Dari Perampasan Aset Rp21 Miliar Kasus Silver Sea 2, Jaksa Irwansyah Kini Promosi Jadi Koordinator JAM Pidum Kejagung

​JAKARTA — Nama Irwansyah, S.H., M.H. tercatat tinta emas dalam sejarah penegakan kedaulatan laut Indonesia. Saat memimpin sebagai Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus kapal pukat asing MV Silver Sea 2 (SS-2) berbendera Thailand berbobot 2.285 GT di Pengadilan Negeri Sabang, ia sukses mengeksekusi tuntutan berat hingga kapal, dokumen, serta Rp21 miliar uang hasil lelang 1.930 ton ikan sitaan resmi dirampas untuk negara.

​Keberhasilan menyelamatkan aset negara bernilai puluhan miliar rupiah tersebut menjadi bukti ketegasan hukum Korps Adhyaksa di bawah kendalinya. Dalam kesempatan usai persidangan kala itu, Irwansyah menegaskan pesan kuat bagi para pelanggar hukum di perairan Nusantara:

​”Hakim sudah memutuskan terdakwa terbukti melakukan pelanggaran perikanan di laut Indonesia dan kami bersyukur majelis hakim sependapat dan mengabulkan tuntutan serta semua barang bukti dirampas untuk negara. Siapa saja yang melakukan pelanggaran hukum di wilayah Indonesia akan kita tindak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.”

​Dipercaya Menduduki Posisi Strategis di Kejagung RI

​Rekam jejak berani dan penuh integritas tersebut konsisten diperlihatkan Irwansyah dalam perjalanan kariernya. Putra daerah asal Pidie, Aceh ini tercatat pernah mengemban sejumlah posisi krusial, di antaranya:

  1. ​Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banda Aceh
  2. ​Jaksa di Direktorat Pelanggaran HAM Berat JAM Pidsus Kejaksaan Agung RI
  3. ​Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jawa Tengah

​Atas pengabdian serta kinerjanya yang teruji, Jaksa Agung RI kini memberikan kepercayaan baru melalui promosi jabatan sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Kejaksaan Agung RI.

​Di posisi baru ini, Irwansyah akan memegang kendali langsung dalam membantu perumusan kebijakan, pengawasan, serta koordinasi penanganan perkara pidana umum di seluruh Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se-Indonesia. Promosi ini menjadi pengakuan konkret atas dedikasinya sekaligus kebanggaan bagi jajaran penegak hukum Tanah Air.